GERAKAN PEMURIDAN MENURUT INJIL MATIUS
Penelitian ini memiliki latar belakang masalah sebagai berikut: Pertama, adanya perbedaan pendapat dari sebagian orang Kristen dalam memahami tentang ‘pemuridan dan penginjilan.” Perbedaan pendapat tersebut adalah sebagian orang percaya berpendapat bahwa Amanat Agung Yesus untuk ‘menjadikan murid’ dalam Matius 28:19-20 bukan sekedar memberitakan dan memenangkan jiwa, tetapi harus menjalani proses pemuridan sampai orang yang dimenangkan itu dapat memenangkan orang lain lagi. Dalam hal ini ‘menjadikan murid Yesus’ tidak sama dengan ‘memenangkan jiwa bagi Yesus’. Sementara ada sebagian orang percaya yang mengartikan ‘menjadikan murid Yesus’ artinya membawa jiwa-jiwa kepada Yesus, terlepas dari seseorang itu mengikuti proses pemuridan untuk menghasilkan murid yang baru atau tidak. Kedua, adanya perbedaan sebagian orang percaya mengenai ‘tugas pemuridan’ atau ‘tugas pemebritaan Injil’ bagi orang percaya. Sebagian besar berpendapat bahwa pemberitaan Injil (disamakan dengan pemuridan) adalah Amanat Agung Yesus kepada semua orang percaya, dengan kata lain pemberitaan Injil adalah kewajiban bagi setiap orang percaya. Sedangkan sebagian kecil orang percaya berpendapat bahwa tugas pemberitaan Injil itu hanya diberikan kepada orang-orang percaya yang diberi karunia pemberita Injil, karena prinsip pelayanan berdasarkan karunia rohani yang diterima oleh setiap orang percaya (Efesus 4:11-12).