Evaluasi Drug Related Problems (DRPS) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan komplikasi Neuropati di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo Temanggung


Yulastri Kapoteng , apt. Aloysia Yossy Kurniawaty, M.Pharm.Sci. , Yosua Adi Kristariyanto, Ph.D ,
2026 | Skripsi | Farmasi

Abstrak

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang sering disertai komplikasi neuropati diabetik, ditandai nyeri, kesemutan, dan mati rasa hingga berisiko ulkus kaki dan amputasi. Kondisi ini menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan kompleksitas terapi akibat polifarmasi, yang dapat memicu Drug Related Problems(DRPs) seperti ketidaktepatan pemilihan obat, ketidaksesuaian dosis, interaksi obat, serta efektivitas terapi yang tidak optimal. Oleh karena itu, evaluasi Drug Related Problems(DRPs) pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan neuropati sangat diperlukan.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola pengobatan serta mengidentifikasi DRPs berdasarkan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif melalui telaah rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo Temanggung. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada periode Januari 2024 hingga Oktober 2025, dan data dianalisis menggunakan Microsoft Excel.
Hasil penelitian ini melibatkan 30 sampel. Dengan pola pengobatan yang terdiri dari 10 jenis obat antidiabetes, meliputi 6 obat oral dan 4 jenis insulin. Metformin merupakan obat antidiabetes oral yang paling banyak digunakan pada 28 pasien (36,84%), sedangkan insulin yang paling sering digunakan adalah Ryzodeg pada 11 pasien (14,47%). Pada terapi neuropati diabetik, gabapentin menjadi obat yang paling banyak diresepkan, yaitu pada 18 pasien (64,28%). Selain itu, ditemukan 11 kasus Drug Related Problems (DRPs) pada 9 pasien. Berdasarkan domain primer masalah, DRPs paling banyak terjadi pada efektivitas pengobatan (63,64%), diikuti oleh keamanan pengobatan (27,27%) dan domain lainnya (9,09%), yang menunjukkan bahwa sebagian besar permasalahan berkaitan dengan belum optimalnya pencapaian tujuan terapi. Sementara itu, berdasarkan domain primer penyebab, DRPs paling dominan disebabkan oleh ketidaktepatan pemilihan obat (81,82%), sedangkan ketidaktepatan pemilihan dosis menyumbang 18,18% kasus.
 

Keyword : Diabetes Melitus Tipe 2, Neuropati Diabetik, Polifarmasi, Drug Related Problems (drps), Pharmaceutical Care Network Europe (pcne),
Dokumen
1. Abstract