Evaluasi Drug Related Problems (DRPs) Pada Pasien Hipertensi Dengan Gagal Ginjal Kronik Di RSK Ngesti Waluyo Temanggung


Aprilion Galang Mone , Dr. apt. Ani Kristiyani, S.Farm., M.Clin.Pharm. , apt. Didiek Hardiyanto Soegiantoro, M.Th.,M.Si. ,
2026 | Skripsi | Farmasi

Abstrak

INTISARI
Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat ditularkan dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya gagal ginjal kronik (GGK). Tekanan darah yang tidak stabil dengan waktu yang lama menyebabkan kerusakan pembuluh darah ginjal sehingga menurunkan fungsi filtrasi. Pada pasien hipertensi dengan GGK, tata laksana terapi menjadi lebih kompleks karena pemilihan obat, dosis, dan kombinasi terapi harus disesuaikan dengan fungsi ginjal untuk mencegah akumulasi obat dan efek toksik. Ketidaktepatan terapi dapat menimbulkan Drug Related Problems (DRPs) yang berdampak pada efektivitas dan keamanan pengobatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian, jenis, pola pengobatan, serta persentase DRPs pada pasien hipertensi dengan GGK di RSK Ngesti Waluyo Temanggung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel diambil secara consecutive sampling pada pasien rawat inap periode Januari 2024 hingga Oktober 2025 melalui telaah rekam medis. Data meliputi karakteristik pasien, diagnosis, hasil laboratorium, dan terapi obat. Analisis DRPs dilakukan berdasarkan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE).
Hasil penelitian terhadap 29 pasien menunjukkan bahwa 11 pasien (37,93%) mengalami DRPs. Penyebab DRPs terbanyak adalah pemilihan obat tidak tepat (91,67%) dan dosis tidak tepat (8,33%). Potensi masalah meliputi pengobatan tidak efektif (83,33%) dan pengobatan tidak aman (16,67%). Pola pengobatan didominasi angiotensin receptor blocker dan calcium channel blocker (79,31%), diikuti loop diuretik (72,41%), suplemen (51,74%), obat saluran cerna (44,82%), beta blocker (31,03%), agonis alfa-2 (27,58%), NSAID (13,79%), antagonis 5-HT3 dan terapi hiperfosfatemia (10,34%). Penggunaan terendah terdapat pada ACE inhibitor, antihistamin, dan analgesik (3,34%). Hasil penelitian mengenai DRPs masih ditemukan dengan penyebab utama pemilihan obat tidak tepat dan masalah terbesar berupa pengobatan tidak efektif.


 

Keyword : Kata Kunci: Hipertensi, Gagal Ginjal Kronik, Drug Related Problems, Pcne,
Dokumen
1. Abstract