UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN (IC₅₀) DAN STABILITAS KRIM ANTI- AGING EKSTRAK ETANOL BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) DENGAN METODE DPPH DAN CYCLING TEST


Franc Joseph Nikc La'ia , apt. Novena Adi Yuhara, M.Pharm.Sci. , apt. Ellsya Angeline Rawar, M.Pharm.Sci. ,
2026 | Skripsi | Farmasi

Abstrak

Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipercepat oleh paparan radikal
bebas, terutama akibat radiasi sinar ultraviolet, yang menyebabkan penurunan
elastisitas, terbentuknya keriput, dan perubahan tekstur kulit. Kondisi ini mendorong
pengembangan sediaan topikal berbasis antioksidan untuk menekan dampak radikal
bebas. Bunga kecombrang (Etlingera elatior) diketahui mengandung senyawa bioaktif
berpotensi antioksidan sehingga berpeluang dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam
krim anti-aging. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu fisik, aktivitas
antioksidan, serta stabilitas fisik dan aktivitas antioksidan krim ekstrak etanol bunga
kecombrang.
Ekstrak etanol bunga kecombrang diformulasikan dalam krim tipe minyak
dalam air (M/A) dengan konsentrasi 2,5% (F1), 5% (F2), dan 7,5% (F3). Evaluasi mutu
fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan
tipe krim. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH melalui persentase
inhibisi dan nilai IC₅₀. Uji stabilitas dilakukan dengan metode cycling test selama tiga
siklus pada suhu 4°C dan 40°C.
Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memiliki karakteristik
organoleptis yang baik, homogen, dan bertipe M/A dengan pH 4,3–4,6. Daya sebar
masing-masing formula adalah 6,20 cm (F1), 5,92 cm (F2), dan 5,32 cm (F3). Daya
lekat meningkat seiring kenaikan konsentrasi ekstrak, yaitu 7,32 detik (F1), 9,64 detik
(F2), dan 10,23 detik (F3), disertai peningkatan viskositas dari 8.983 mPa·s (F1)
menjadi 16.733 mPa·s (F3). Setelah uji stabilitas, tidak terjadi perubahan organoleptis,
homogenitas, dan tipe krim, namun terjadi penurunan pH dan daya sebar serta
peningkatan daya lekat dan viskositas. Aktivitas antioksidan menunjukkan peningkatan
konsentrasi-dependen dengan persentase inhibisi pada 4000 ppm sebesar 30,64–
37,69% (F1), 50,46–55,31% (F2), dan 60,33–63,86% (F3). Nilai IC₅₀ sebelum uji
stabilitas masing-masing sebesar 6227,06 ppm, 3928,56 ppm, dan 2972,37 ppm,
kemudian meningkat menjadi 6853,56 ppm, 4847,18 ppm, dan 3711,87 ppm. Uji
Paired Sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan nilai IC₅₀ sebelum dan sesudah
uji stabilitas (p = 0,012; p < 0,05).

Keyword : Krim Anti-aging, Etlingera Elatior, Antioksidan, Ic₅₀, Dpph,
Dokumen
1. Abstract