Ulkus diabetik merupakan komplikasi yang paling umum terjadi dan
ditakuti karena meningkatkan angka kematian dan dapat mengurangi kualitas
hidup dari penderitanya. Ulkus diabetik diperparah dengan adanya infeksi bakteri.
Staphylococcus aureus bakteri banyak ditemui pada infeksi ulkus diabetik. Daun
miana mengandung senyawa fitokimia alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin
memiliki aktivitas antibakteri sehingga berpotensi digunakan sebagai
komplementer dalam pengobatan ulkus diabetik.ulkus. pengobatan ulkus diabetik
dengan kategori ringan dengan grade (0-2) dapat dilakukan dengan pengobatan
dressing. Dressing adalah pengobatan pembalut yang memberikan kelembapan di
ulkus. Gel adalah sediaan topikal yang memberikan sensasi dingin, melembapkan,
menyegarkan dan lebih cepat menyerap yang berhubungan dengan efektivitasnya,
sehingga pada penelitian ini memilih sediaan gel yang berhubungan dengan
kondisi dari ulkus diabetik yang harus tetap dalam keadaan yang lembab agar
membantu proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui
kandungan senyawa fitokimia dalam ekstrak daun miana, kualitas fisik gel, serta
aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol daun miana terhadap Staphylococcus
aureus penginfeksi ulkus diabetik.
Metode yang digunakan adalah difusi sumuran dengan media Mueller-
Hinton Agar (MHA) karena sifatnya yang netral. Krim gentamisin 0,1%
digunakan sebagai kontrol positif. Gel dibuat dengan konsentrasi 10%, 15%, 20%,
dan 25%. Diameter zona hambat diukur dan dianalisis menggunakan uji statistik
Kruskal-wallis, dilanjutkan dengan uji post-hoc Mann-whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun miana mengandung
senyawa fitokimia yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Gel ekstrak
etanol daun miana memilki kualitas gel yang baik dan memenuhi standar kualitas
fisik dari suatu sediaan gel. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus
menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada beberapa kelompok kecuali pada
kelompok kontrol positif dengan F1 dan F2 dengan F3 menandakan tidak terdapat
perbedaan signifikan (p >0,05).