Jerawat adalah kondisi kulit umum yang sering dialami remaja dan dewasa muda, dengan prevalensi tinggi mencapai 83-85% pada remaja dan 95%-100% pada remaja laki-laki. Propionibacterium acnes sering memicu timbulnya jerawat. Ekstrak pelepah pisang ambon (Musa acuminata Colla) mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, fenol dan steroid yang berpotensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu fisik, stabilitas dan aktivitas antibakteri krim antijerawat ekstrak pelepah pisang ambon. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Biologi Fakultas Farmasi Universitas Kristen Immanuel, menggunakan metode maserasi dan pelarut etil asetat.
Metodologi penelitian meliputi penentuan tanaman, persiapan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut yang digunakan yaitu etil asetat, pembuatan krim dengan mencampurkan ekstrak ke dalam fase minyak dan fase air yang dipanaskan, dan evaluasi krim untuk organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Uji stabilitas fisik dilakukan dengan menyimpan krim pada suhu dingin dan hangat secara bergantian, setelah itu diuji aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes dilakukan dengan metode sumuran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim dinilai memenuhi mutu fisik sediaan yang baik pada pada formula I, formula II, formula III dilihat dari uji organoleptis sediaan yang berbentuk lembut, berwarna putih kecoklatan, homogen, pH masuk dalam rentang (3,5-8,0), daya sebar (5-7 cm), daya lekat (>4 detik) dan viskositas dibawah 40.000 cps. Hasil uji stabilitas yang didapatkan pada formula I, formula II, formula III dilihat dari uji organoleptis sediaan yang berbentuk lembut, berwarna putih kecoklatan, homogen, pH masuk dalam rentang (3,5-8,0), daya sebar (5-7 cm), daya lekat (>4 detik) dan viskositas dibawah 40.000 cps. Hasil zona hambat yang didapatkan formula I sebesar 14,33 mm, formula II sebesar 15,20 mm, formula III sebesar 16,483 mm dan formula IV sebesar 17,2 mm dengan nilai hasil uji One Way Anova p-value <0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan. Hasil uji Duncan menyajikan secara berurutan zona hambat dari yang terendah hingga yang tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepah pisang ambon dapat menghambat pertumbuhan antibakteri.