UJI POTENSI SPF DAN ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus SEDIAAN KRIM TABIR SURYA PENAMBAHAN TiO2 EKSTRAK KULIT LEMON SUANGI (Citrus limon L.)


Enrico Ariella Rivista Mozes , apt. Novena Adi Yuhara, M.Pharm.Sci. , apt. Ellsya Angeline Rawar, M.Pharm.Sci. ,
2025 | Skripsi | Farmasi

Abstrak

Indonesia adalah negara tropis dengan intensitas sinar matahari yang tinggi.
Paparan berlebihan sinar ultraviolet (UV), terutama UVB dan UVA, dapat memicu
pembentukan radikal bebas yang berpotensi menyebabkan infeksi kulit. Untuk
mengatasi kulit yang terkena radikal bebas karena paparan sinar matahari yang
berlebihan, maka dibutuhkan senyawa untuk menangkal radikal bebas.
Kulit lemon suangi (Citrus limon L.) mengandung senyawa bioaktif seperti
vitamin C, flavonoid, dan polifenol, serta memiliki aktivitas antibakteri, antijamur,
antidiabetes, antikanker, dan antivirus. Uji in vitro menggunakan metode DPPH
menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit lemon memiliki aktivitas antioksidan yang
kuat dengan nilai IC50 sebesar 14,41 µg/mL. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
skrining fitokimia ekstrak, kualitas fisik sediaan, potensi aktivitas tabir surya, dan
potensi antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.
Penelitian ini bersifat eksperimental, di mana simplisia diekstraksi
menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Skrining fitokimia
dilakukan untuk menguji kandungan flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin.
Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi krim dan dievaluasi untuk penentuan
sun protection factor (SPF) secara in vitro serta uji antibakteri menggunakan
metode sumuran. Data dari uji antibakteri dianalisis dengan One Way ANOVA.
Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit
lemon suangi mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Uji mutu fisik
sediaan memenuhi syarat pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan viskositas.
Keempat formula krim menghasilkan sediaan homogen dengan pH 7, daya sebar
4,46–6,66 cm, dan viskositas 12.800–19.000 cPs. Nilai SPF untuk formula F0-F3
berturut-turut adalah 4,1; 15,6; 24,3; dan 29,4. Hasil dari pengujian potensi
antibakteri didapatkan zona daya hambat meningkat seiring bertambahnya
konsentrasi ekstrak pada sediaan F1, F2 dan F3 secara berurutan yaitu 17,5 mm ;
19,8 mm ; 22,6 mm. Berdasarkan hasil uji One Way Anova, terdapat perbedaan
bermakna (p value < 0,05) antara 4 formula tersebut. Hasil uji duncan menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kelompok F0, F1, F2, dan F3.
 

Keyword : Sinar Uv, Ekstrak Kulit Lemon Suangi (citrus Limon L.), Krim, Antibakteri,
Dokumen
1. Abstract