Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti penuaan dini, sunburn, hingga kanker kulit. Paparan UV juga dapat menurunkan kekebalan kulit sehingga kulit rentan terhadap infeksi bakteri, khususnya Staphylococcus aureus. Kerusakan akibat radikal bebas dan infeksi ini memerlukan agen perlindungan kulit yang efektif dengan aktivitas antibakteri, antioksidan, dan tabir surya. Salah satu bahan alami berpotensi adalah pelepah pisang ambon (Musa acuminata Colla) yang mengandung senyawa fitokimia dengan aktivitas perlindungan kulit.
Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan mengkaji potensi ekstrak pelepah pisang ambon sebagai agen antibakteri, antioksidan, dan tabir surya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% yang bersifat polar dan efektif melarutkan senyawa fitokimia. Uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak 20%, 40%, 60%, dan 80%, kontrol positif ciprofloxacin, serta kontrol negatif DMSO 10%. Uji antioksidan menggunakan reagen DPPH dengan metode kolorimetri, sedangkan uji potensi tabir surya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan menentukan nilai SPF ekstrak. Data aktivitas antibakteri dianalisis dengan uji Kruskal Wallis menggunakan SPSS, dan aktivitas antioksidan dianalisis dengan regresi linear.
Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak pelepah pisang ambon sebesar 7,71852% b/b. Uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan aktivitas sangat kuat dengan diameter zona hambat pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% secara berturut-turut sebesar 21,87 mm; 26,7 mm; 35,27 mm; dan 41,15 mm. Uji antioksidan menghasilkan nilai IC50 sebesar 508,75 ± 3,520 yang termasuk kategori sangat lemah. Uji otensi tabir surya menunjukkan nilai SPF pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% secara berturut-turut sebesar 9,67; 12,63; 15,70; dan 17,77. Nilai SPF optimal ditunjukkan pada variasi konsentrasi 80% dengan nilai SPF 17,77 yang termasuk dalam kategori proteksi sedang. Pada analisis data statistik SPSS terdapat pasangan pasangan kelompok perlakuan yang memiliki hasil yang signifikan kecuali pada pasangan kontrol positif dengan konsentrasi 60%.