Uji Aktivitas Antijamur Sediaan Sampo Antiketombe Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) Terhadap Jamur Candida albicans dan Pityrosporum ovale


Angelina Eclesia Zangga Kulla , Yosua Adi Kristariyanto, Ph.D , apt. Novena Adi Yuhara, M.Pharm.Sci. ,
2025 | Skripsi | Farmasi

Abstrak

Salah satu masalah yang umum terjadi pada rambut adalah ketombe. Sampo anti ketombe berbahan kimia seperti ketokonazol dan zinc pyrithione sering menimbulkan efek samping seperti iritasi dan kerontokan sehingga digunakan bahan herbal yang memiliki efek samping lebih ringan dibanding menggunakan bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak sambiloto pada sediaan sampo antiketombe dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan Pityrosporum ovale.
Tahapan penelitian yaitu dengan pembuatan ekstrak sambiloto melalui metode maserasi dan pengujian fitokimia. Ekstrak tersebut kemudian dibuat konsentrasi 0%, 10%, 30% dan 50%. Setiap formula dilakukan uji fisik yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji viskositas dan uji ketinggian busa. Uji aktivitas antijamur menggunakan metode sumuran.
Hasil pengujian fitokimia didapatkan hasil bahwa ekstrak sambiloto memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang diduga memiliki khasiat dalam menghambat pertumbuhan jamur. Uji fisik sediaan shampo memenuhi persyaratan uji organoleptik, uji pH dan uji ketinggian busa. Uji viskositas pada F1 tidak memenuhi persyaratan viskositas. Uji daya hambat jamur menunjukkan sampo dengan konsentrasi 50% ekstrak etanol 96% daun sambiloto memiliki zona hambat terbesar yaitu 26,45±0,76 mm pada Pityrosporum ovale dan 24,15±0,58 mm pada Candida albicans. Sampo dengan konsentrasi 10% ekstrak etanol 96% daun sambiloto menunjukkan daya hambat terkecil dengan zona hambat sebesar 19,85±0,90 mm pada Pityrosporum ovale dan 18,45±0,64 mm pada Candida albicans. Daya hambat yang dihasilkan masuk dalam kategori kuat untuk konsentrasi ekstrak 10% dan sangat kuat untuk konsentrasi 30% dan konsentrasi ekstrak 50%. Kesimpulan dari penelitian didapatkan bahwa konsentrasi 10%, 30% dan 50% memenuhi syarat uji fisik. Pada konsentrasi 0% tidak memenuhi syarat pada uji viskositas. Uji daya hambat jamur memiliki perbedaan bermakna secara antar variasi konsentrasi pada jamur Pityrosporum ovale dan Candida albicans.

 

Keyword : Sambiloto, Candida Albicans, Pityrosporum Ovale, Antiketombe,
Dokumen
1. Abstract