Prevalensi calcified aortic valve disease (CAVD) meningkat tajam seiring
bertambahnya usia dengan jumlah terbanyak pada usia > 85 tahun (>50%) dan usia
>65 tahun (>25%). Studi in vitro terdahulu telah menunjukan adanya hubungan IL6 dengan BMP-2 dalam proses kalsifikasi dengan mengendalikan transisi
osteogenik pada sel interstisial katup selama CAVD. Pada penelitian terdahulu,
ekstrak Andrographis paniculata dengan senyawa andrographolide telah terbukti
menghambat ekspresi IL-6 melalui penurunan jalur pensinyalan p38MAPK.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Andrographis paniculata
sebagai terapi CAVD secara in-silico dengan metode network pharmacology dan
molecular docking. Hasil penelitian diperoleh senyawa yang berpotensi sebagai
terapi obat CAVD yaitu paniculogenin dan 1-monoolein, serta 5 protein target yang
dapat dipengaruhi oleh senyawa tersebut yaitu PPARG, ESR1, EGFR, TGFBR1,
dan BMP-2. Pada analisis pengayaan fungsi GO diperoleh biological process (BP)
tertinggi yaitu single-organism metabolic process, cellular component I (CC) yang
memiliki nilai enrichment score paling tinggi yaitu cytosol, dan molecular function
(MF) yang memiliki nilai enrichment score paling tinggi yaitu poly(A) RNA
binding. Pada jalur KEGG didapatkan jalur yang dilalui oleh kelima protein yaitu
osteoclast differentiation dilalui oleh TGFBR1 dan PPARG, TGF-beta signaling
pathway dilalui oleh TGFBR1 dan BMP2, dan estrogen signaling pathway dilalui
oleh ESR1 dan EGFR. Dari kelima protein yang didapatkan dilakukan proses
molecular docking dengan hasil penelitian menunjukan senyawa paniculogenin
dapat mempengaruhi 3 protein yaitu ESR1, EGFR, dan BMP2, sedangkan senyawa
1-monoolein dapat mempengaruhi 2 protein yaitu PPARG dan TGFBR1.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan paniculogenin yang mempengaruhi 3
protein memiliki potensi terbaik sebagai terapi CAVD dan dapat menjadi referensi
untuk pengembangan pengobatan CAVD.