UJI AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA INFUSA DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) JANTAN GALUR SWISS WEBSTER


Estevany Priliansi , apt. Sarah Puspita Atmaja, M.Farm.Klin. , Yosua Adi Kristariyanto, Ph.D ,
2025 | Skripsi | Farmasi

Abstrak

Hiperurisemia ialah suatu kondisi klinis yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat dalam darah. Pengobatan allopurinol memiliki risiko reaksi hipersensitivitas yang dapat berakibat fatal dengan angka kematian mencapai 20%-25%. Sebagai alternatif, daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) diketahui mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai terapi herbal untuk menurunkan kadar asam urat. Penelitian berikut bermaksud untuk mengidentifikasi senyawa kimia dalam infusa daun tempuyung dan mengevaluasi efeknya sebagai antihiperurisemia. Hipotesis yang diajukan ialah adanya kandungan senyawa aktif dalam infusa daun tempuyung, kemampuan antihiperurisemia dari infusa tersebut, pengaruh infusa yang signifikan terhadap penurunan kadar asam urat, serta ditemukan dosis optimal untuk menurunkan hiperurisemia.

Penelitian dilaksanakan selama 14 hari dengan menerapkan mencit jantan dari galur Swiss Webster. Mencit dibagi menjadi beberapa kelompok, yakni kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol), serta kelompok yang diberi infusa daun tempuyung dengan dosis masing-masing 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, dan 150 mg/kg BB. Induksi hiperurisemia dilaksanakan selama 7 hari dengan pemberian potasium oksonat dan jus hati ayam. Kadar asam urat diukur menerapkan metode enzimatik dengan spektrofotometer UV-Vis. Analisis data menerapkan uji statistik paired t-test dan ANOVA.

Hasil penelitian mengindikasi bahwasanya infusa daun tempuyung mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Efek penurunan kadar asam urat tertinggi ditemukan pada dosis 150 mg/kg BB dengan penurunan senilai 26,517%. Semua dosis infusa daun tempuyung mengindikasi penurunan kadar asam urat yang signifikan, baik sesudah induksi hiperurisemia maupun pada hari ke-7 dan hari ke-14 perlakuan. Perbedaan signifikan dalam penurunan kadar asam urat antar kelompok ditemukan pada dosis 50 mg/kg BB dan 100 mg/kg BB sedangkan pada dosis 150 mg/kg BB tidak mengindikasi perbedaan bermakna.

Keyword : Hiperurisemia, Daun Tempuyung, Infusa,
Dokumen
1. Abstract