Tanaman selasih (Ocimum basilicum L.) adalah tanaman dengan banyak manfaat dan memiliki potensi untuk penggunaan yang lebih luas. Semua bagian dari tanaman ini dapat digunakan baik itu dalam keadaan basah maupun kering. Kandungan fitokimia yang terdapat pada daun selasih antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid. Senyawa flavonoid yang terdapat tanaman memberikan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Antioksidan merupakan senyawa kimia yang secara alami terdapat di dalam tubuh makhluk hidup termasuk manusia yang berguna untuk menangkal radikal bebas sedangkan antiinflamasi adalah istilah yang digunakan untuk obat atau agen yang berfungsi melawan atau mengurangi proses peradangan atau inflamasi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia, kekuatan aktivitas antioksidan dan kemampuan penghambatan denaturasi protein dalam minuman herbal daun selasih. Penelitian dilakukan dengan pembuatan minuman herbal daun selasih terlebih dahulu setelah itu dilakukan uji organoleptik dan uji pH. Setelah itu, dilakukan uji penapisan fitokimia yang meliputi uji alkaloid, flavonoid, uji terpenoid/steroid, tanin, dan saponin. Kemudian dilakukan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode kolorimetri dengan reagen DPPH dengan larutan standar vitamin C serta uji aktivitas antiinflamasi dengan metode penghambatan denaturasi protein dengan larutan kontrol positif kalium diklofenak.
Minuman herbal daun selasih memiliki karakteristik berwarna coklat bening, bau dan rasa khas daun selasih. Mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Aktivitas antioksidannya tergolong sangat lemah (IC50 655,08 ppm), namun memiliki kemampuan menghambat denaturasi protein dengan efektivitas tertinggi 29,41% pada konsentrasi 615,38 ppm. Dari penelitian ini, diharapkan untuk dapat mengembangkan daun selasih menjadi minuman herbal yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.